Ayesha Dihya
Kurasuki setiap hati dari aliran lava
Melalui ninshu-ninshu yang saling terhubung
Menerkam bakar hanguskan
setiap helai memory
Kuteriakkan namamu dari ujung kelam
Melambai seperti jemuran lusuh
Bertabur jerami dan percikan garam
Dengan alunan masam bertabur peluh
Sesal meremukkan
Sepi menerpa kota
Gemercik kelam tertahan samudera
Tiada artinya tak bisa apa-apa
Suara dari suara
Teriakan dari teriakan
Jeritan atas jeritan
Meronta
Tiada angin segar
Tiada hujan pertama
Tiada pupus daun
Tiada apa-apa
Gresik, 2017
Label
Mata Pena Pantura
Puisi
Esai
Berita
Ayesha Dihya
Rakai Lukman
Nurel Javissyarqi
Sanggar Pasir
A.H. J Khuzaini
Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan
Raudlotul Immaroh
Rumah Budaya Pantura (RBP)
Uswatun Khasanah
Wigati S
Adinda Mutiara Cantika
Anindita S Thayf
Catatan
Cerpen
Deni Jazuli
Dian Najikhah
Dody Yan Masfa
Ella
Galuh Tulus Utama
Henni Roekhana
Ilma
Islachiyah WS
Isvada
J. Lanang
Jurnalisme Sastrawi
Kafe Sastra Sono Panceng Gresik
Karin
Kemah Budaya Panturan (KBP)
Khoirun Niswatin
Ki Ompong Sudarsono
Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan
Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII)
M. Lutfi
Mahendra Cipta
Muhammad Muhibbuddin
Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur
Nabilla Safitri
Pagelaran Musim Tandur
Sanggar Rumah Ilalang
Sholihul Huda
W.S. Rendra
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
🧡
BalasHapus