KENANGAN ITU
Di tepian pantai itu aku bersuara
melalui bisik kata-kata
Deburan ombak menjambak rasa
mengoyak-ngoyak alam imajinasi
Tidak ku bawa selembar kertas
atau tinta menciptakan tapak tilas
Yang ku bawa hanyalah harapan
akan datang cinta berkisah baru
memeluk dan menghangatkanku
dari terpaan angin lalu paling jauh
Aku sengaja
tinggalkan kertas dan tinta
yang berisi kisah dengannya,
biar tak lagi mengusik, berisik
mengalahkan riuh deburan ombak
agar tak basah, bahkan tergores karang
Namun, sayangnya
lagi-lagi dia hadir
bersama kenangan melintas, menggilas
Seketika itu
aku bersembunyi menutupi keluh pilu
dan ku tak lagi bersuara, hanya diam
meratapi luka.
Luka tercipta oleh karang waktu
Ah, kenapa?
Kenangannya tidak pernah bisa
tak membiarkanku bahagia.
2020
Label
Mata Pena Pantura
Puisi
Esai
Berita
Ayesha Dihya
Rakai Lukman
Nurel Javissyarqi
Sanggar Pasir
A.H. J Khuzaini
Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan
Raudlotul Immaroh
Rumah Budaya Pantura (RBP)
Uswatun Khasanah
Wigati S
Adinda Mutiara Cantika
Anindita S Thayf
Catatan
Cerpen
Deni Jazuli
Dian Najikhah
Dody Yan Masfa
Ella
Galuh Tulus Utama
Henni Roekhana
Ilma
Islachiyah WS
Isvada
J. Lanang
Jurnalisme Sastrawi
Kafe Sastra Sono Panceng Gresik
Karin
Kemah Budaya Panturan (KBP)
Khoirun Niswatin
Ki Ompong Sudarsono
Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan
Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII)
M. Lutfi
Mahendra Cipta
Muhammad Muhibbuddin
Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur
Nabilla Safitri
Pagelaran Musim Tandur
Sanggar Rumah Ilalang
Sholihul Huda
W.S. Rendra
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar