Jumat, 15 November 2019

Belajar di Rumah

Dian Najikhah

Hari Senin yang sangat cerah. Setelah anak-anak selesai malaksanakan upacara bendera, mereka semua menuju kelasnya masing-masing untuk belajar.

Hari ini ada empat mata pelajaran; Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Sejarah.

Mata pelajaran yang pertama adalah Matematika. Bapak guru menyuruh untuk mengerjakan halaman 7 sampai 8.

Suasana di dalam kelas nampak hening, ketika para siswa sedang mengerjakan soal yang diberikan oleh bapak guru tersebut.

Setelah selesai, pak guru berpesan kepada murid-muridnya untuk mempelajari materi perkalian dan pembagian dengan soal cerita, karena sewaktu-waktu akan diadakan tes dadakan.

Setelah melaksanakan proses belajar di sekolah, para siswa kemudian pulang ke rumahnya masing-masing.
***

Dinda, Nuryati, dan Indah pulang bersama. Mereka bertiga berjalan kaki, karena memang jarak sekolah ke rumah tidaklah terlalu jauh.

“Setelah makan siang nanti kita bermain bersama ya?
Di rumahku ada boneka baru yang dibelikan ayahku dari Bandung.” Pinta Indah kepada kedua temanya.

“Asyik.” Ucap Dinda dengan penuh kegembiraan.

“Gimana, Nur, kamu bisa ikut gak?”

“Aku tidak bisa ikut. Aku mau belajar saja, karena tadi kan pak guru berpesan agar belajar untuk persiapan, karena akan ada tes dadakan.” Sanggah Nuryati dengan polosnya.

Sesampai di rumahnya, Tika langsung ganti baju, makan siang, kemudian tidur siang, agar malamnya bisa belajar dengan tenang dan bisa konsentrasi.

Sesekali ia bertanya kepada ayahnya, jika ada yang kurang paham dengan materi di buku.

Sedangkan Dinda dan Indah, asyik bermain boneka hingga larut, sehingga mereka tidak sempat mempelajari materi pelajaran.

Keesokan harinnya mereka berangkat bersama, sesampai di kelas, ternyata memang ada tes dadakan.

Dinda dan Indah merasa kesulitan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh pak guru. Akhirnya mereka mendapat nilai jelek, sehingga harus mengulang tes susulan.

Lain halnya dengan Nuryati. Ia mendapat nilai terbaik di antara teman satu kelasnya, karena dia sudah belajar dengan sungguh-sungguh sesuai nasihat gurunya.

Bapak guru meminta agar Dinda dan Indah belajar dengan temannya, Nuryati.

“Wah, Nur, selamat ya, kamu mendapat nilai terbaik. Besok kita akan ikut belajar denganmu ya.” ucap Dinda pada Nuryati.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar